Pin It

19 September 2026

Posted by Widodo Groho Triatmojo on 16:29

Aku Memilih Diam

 Diam, ya saat ini aku dalam fase memilih untuk diam untuk memberi ruang bagi akal berpikir lebih jernih agar tidak mengeluarkan kata-kata yang membawa emosi. Bagiku, saat ini  berbicara atau memberikan penjelasan justru akan memperpanjang masalah atau percuma karena lawan bicara tidak mau mengerti. Akhirnya, karena sering disalahkan secara tidak adil oleh mereka yang merasa benar dan mengedepankan ego membuat kita kehilangan banyak energi dan lebih baik memilih diam. 

Bagiku, saat ini  berbicara atau memberikan penjelasan justru akan memperpanjang masalah atau percuma karena lawan bicara tidak mau mengerti.

Banyak orang menganggap diam sebagai kelemahan. Padahal, diam sering kali lahir dari kekuatan menahan diri. Tidak mudah menahan amarah ketika hati terluka. Tidak ringan membungkam ego saat merasa paling benar. Dan tidak sederhana memilih tenang ketika kesempatan untuk membalas terbuka lebar. Diam dalam keadaan seperti itu bukan tanda kalah, melainkan bukti bahwa seseorang mampu mengendalikan dirinya sendiri. 


Dalam kehidupan spiritual, diam sering menjadi jalan mendekat kepada Sang Pencipta. Di tengah riuh dunia yang penuh komentar, penilaian, dan perdebatan, diam membantu hati mendengar suara nurani. Dalam keheningan, manusia belajar merenungi dirinya sendiri, menyadari kekurangannya, dan memahami bahwa tidak semua hal harus dipertontonkan kepada dunia.

Pemerhati transportasi publik, bus, truck serta sejarahnya.
  • Facebook
  • WhatsApp
  • Instagram
  • Next
    This is the current newest page
    Previous
    Next Post »

    Note: Only a member of this blog may post a comment.

    Terima Kasih

    Followers